Pemipaan Jalur Inlet untuk Sistem Sirkulasi Air Kolam Renang
Pemipaan Jalur Inlet untuk Sistem Sirkulasi Air Kolam Renang

Pemipaan Jalur Inlet untuk Sistem Sirkulasi Air Kolam Renang

Sirkulasi air kolam renang berperan penting dalam menjaga kebersihan dan kejernihan air dalam kolam renang. Dalam sistem sirkulasi air kolam sendiri terdapat berbagai bagian yang saling terhubung sehingga mampu menghasilkan sistem sirkulasi yang baik bagi kolam renang. Salah satunya adalah pemipaan jalur inlet.

Pemipaan Jalur Inlet untuk Sistem Sirkulasi Air Kolam Renang
baumannaquatics.com

Pemipaan menjadi salah satu hal yang paling penting dalam sirkulasi air kolam renang. Semakin baik instalasi pemipaan, maka sirkulasi air juga akan semakin baik. Hal ini akan berpengaruh terhadap penjagaan kualitas air kolam. Jalur pemipaan sendiri terbagi atas beberapa jalur, yakni jalur inlet, jalur vacuum, jalur overflow, jalur skimmer, dan jalur maindrain.

Untuk pemipaan jalur inlet, menjadi jalur pemipaan yang berperan dalam penyaluran air bersih hasil penyaringan ke dalam kolam melalui nozzel inlet. Air bersih yang telah difilterasi kemudian akan dikembalikan ke kolam. Dan jalur yang bertugas menyalurkannya adalah jalur inlet.

Fungsi Inlet dalam Sirkulasi Air Kolam Renang

Salah satu kunci kebersihan air kolam renang adalah pada sistem sirkulasi airnya. Dalam menunjang kinerja sistem sirkulasi air, terdapat salah satu komponen yang memiliki peran penting, yakni inlet fitting.

Fungsi utama dari inlet ini adalah jalur untuk menyalurkan air bersih hasil penyaringan kembali ke dalam kolam renang. Sebelum masuk ke inlet, air telah melalui beberapa pemrosesan agar menjadi air yang bersih dan jernih.

Inlet fitting sendiri terdiri atas beberapa jenis, di antaranya adalah hayward, astral dan waterco. Masing-masing inlet tersebut memiliki spesifikasi dan harga yang berbeda-beda, tergantung pada kualitasnya.

Meskipun hanya satu komponen saja, namun keberadaan inlet ini sangat penting bagi sistem sirkulasi air kolam. Dengan adanya inlet fitting, maka air kolam renang akan disirkulasikan dengan normal, sehingga air bisa tetap bersih, jernih, dan tidak tercemar.

Apabila dalam pemasangan terjadi kesalahan, maka sistem sirkulasi air keseluruhannya dapat mengalami kesalahan. Akhirnya kebersihan air menjadi tidak terjaga, air akan menjadi hijau, bau, dan ditumbuhi lumut. Jika sudah seperti ini, maka biaya perawatan akan membengkak.

Lokasi peletakan inlet fitting serta jumlah titik inlet fitting harus benar-benar diperhatikan dalam tahap pemasangannya. Untuk kolam renang yang cukup besar, jarak pemasangan inlet fitting yang ideal kurang lebih 6 meter. Sedangkan untuk titik pemasangan inlet fitting berjarak 30 cm dari permukaan air pada kolam renang, bukan dari dasar kolam renang.

Guna meningkatkan kinerja sirkulasi air dalam kolam renang, Anda bisa menambahkan pemasangan return inlet menjadi 2 titik, yakni atas dan bawah. Hal ini ditujukan agar sirkulasi air kolam renang dapat menghasilkan air yang jernih dan bersih menyeluruh. Dengan cara ini, maka sirkulasi air tidak hanya terjadi pada permukaan kolam saja, melainkan juga dasar kolam.

Penempatan dan Penghitungan Kebutuhan Inlet Kolam Renang

Pemipaan inlet yang berperan dalam pengembalian air bersih ke dalam kolam harus dilakukan dengan benar. Untuk return inlet, harus diarahkan pada saluran filter. Jika kolam renang berbentuk persegi panjang, maka return inlet dan skimmer harus diletakkan secara berlawanan. Jika return inlet berada di kiri, maka water outlet harus diletakkan di sisi kanan. Hal ini akan membantu dalam menyempurnakan sirkulasi air kolam renang.

Sedangkan pada kolam renang yang berbentuk oval, maka posisi inlet dan outlet harus dipasang membentuk segitiga. Akan lebih baik lagi jika kolam renang dengan bentuk oval menggunakan dua return inlet, sehingga sirkulasi air menjadi lebih sempurna.

Perhitungan kebutuhan inlet memerlukan beberapa komponen perhitungan, yakni kapasitas inlet dan pompa sirkulasi. Kapasitas nozzel inlet berkisar antara 5 sampai 7 meter kubik per jam. Dari kapasitas ini, maka jika pompa yang digunakan memiliki kapasitas 10 meter kubik per jam, maka dibutuhkan dua set inlet.

Beberapa hal di atas bisa menjadi referensi, khususnya pemipaan inlet dalam sistem sirkulasi air kolam renang. Untuk sirkulasi air yang baik dan benar, maka Anda harus memperhatikan beberapa hal di atas, sehingga kebersihan dan kejernihan air kolam renang dapat selalu terjaga.

Tinggalkan Balasan

Close Menu