fbpx
Tips dalam Waterproofing Kolam Renang Sistem Coating
Tips dalam Waterproofing Kolam Renang Sistem Coating

Tips dalam Waterproofing Kolam Renang Sistem Coating

Waterproofing kolam renang merupakan salah satu proses dalam pembangunan konstruksi kolam renang agar tidak mengalami kebocoran. Proses ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan rendam beton. Dengan melalui proses ini, maka kolam renang akan aman dari kebocoran yang mampu merusak kolam renang serta meningkatkan biaya perawatan.

Tips dalam Waterproofing Kolam Renang Sistem Coating
swimmingpoolsingapore.com

Dalam melakukan waterproofing, terdapat beberapa pilihan yang bisa digunakan. Berdasarkan pada bahan utamanya, waterproffing dibuat dari polimer, semen atau beton, serta aspal. Ketiga bahan ini memiliki fungsi dan pemanfaatan yang beerbeda-beda.

Pada umumnya, waterproofing dasar kolam renang menggunakan bahan semen beton. Penggunaan semen sebagai waterproofing kolam ini didasari pada kekuatan semen sendiri yang memiliki ketahanan cukup baik terhadap tekanan air.

Pengertian Waterproofing Kolam Renang

Sesuai dengan istilahnya yang berarti kedap air, waterproofing merupakan suatu proses untuk menjadikan dinding dan dasar kolam menjadi kedap air dan tidak bisa ditembus oleh air. Oleh karena itu, proses yang satu ini sangat penting untuk dilakukan.

Sebab, jika tidak dilakukan dengan baik dan benar, seberapapun air yang digunakan untuk mengisi kolam renang akan habis terserap ke dalam lapisan tanah.

Jenis-Jenis Waterproofing Kolam

Berdasarkan pada bahan yang digunakan, waterproofing digolongkan menjadi beberapa jenis. Berikut ini jenis-jenis waterproofing berdasarkan bahan utamanya dan telah banyak digunakan:

Waterproofing Bahan Aspal

Untuk jenis waterproofing yang satu ini, bisa langsung diaplikasikan pada setiap permukaan dinding dan lantai kolam renang. Akan tetapi, bahan ini tidak cocok untuk digunakan di luar ruang, karena memiliki sifat tidak tahan terhadap sinar UV.

Ketika bahan aspal terpapar sinar UV, maka akan mudah meleleh. Selain itu, warnanya yang hitam juga menjadikan bahan ini untuk dikombinasikan dengan warna waterproofing lainnya. Memang, untuk jenis bahan waterproofing yang satu ini tidak banyak digunakan dalam konstruksi kolam renang.

Waterproofing Bahan Semen

Khusus untuk bahan waterproofing semen, sangat cocok digunakan untuk area yang selalu terendam air seperti kolam renang. Walaupun bahan ini tidak langsung bisa digunakan, melainkan harus melalui pemrosesan terlebih dahulu, namun hasil penggunan bahan ini untuk waterproofing sangatlah baik.

Bahan semen perlu dicampur dengan material lain dengan takaran yang sesuai. Setelah adukan semen dibuat, maka harus segera diaplikasikan, karena jika kelamaan justru akan mengalami pengerasan. Namun, penggunaan bahan semen ini lebih masif, serta lebih mudah.

Waterproofing Bahan Polimer

Untuk waterproofing jenis ini, sangat cocok digunakan untuk luar ruangan. Bahan polimer ini memiliki sifat elastisitas yang cukup tinggi. Bahan ini juga bisa langsung diaplikasikan, tahan terhadap sinar UV, serta dapat dikombinasikan dengan berbagai varian warna. Namun demikian, untuk waterproofing area yang terus terpapar air, polimer memiliki kekuatan yang kurang baik.

Waterproofing dengan Sistem Coating

Waterproofing dengan sistem coating hanya difungsikan sebagai pelapis anti bocor pada lapisan beton. Struktur waterproofing dari sistem ini kurang tahan terhadap tekanan air kolam renang, sehingga hanya digunakan sebagai tambahan untuk meminimalisir terjadinya kebocoran kolam renang.

Pelapisan Waterproofing Kolam Renang Beton dengan Sistem Coating

Cara melakukan waterproofing beton dengan sistem coating adalah dengan membasahi beton dan membersihaknnya dengan lap atau spons. Atau untuk hasil yang lebih maksimal, bisa disemprot dengan kompresor, sehingga kotoran-kotoran yang menempel bisa benar-benar bersih.

Setelah beton semen telah bersih dan telah kering, maka langkah selanjutnya adalah dengan mengolesi bagian beton yang akan dilapisi dengan bahan waterproofing menggunakan kuas. Untuk hasil yang lebih baik, pelapisan bisa dilakukan secara berulang.

Sebelum kering, pelapisan kembali bisa dilakukan dengan frekuensi minimal 2 lapis. Adapun untuk bagian sudut dan area lain yang perlu penebalan, bisa dilakukan pelapisan dengan 3 lapis. Dengan cara ini, maka lapisan waterproofing akan semakin kuat. Untuk bisa lanjut ke tahap selanjutnya, pastikan bahwa lapisan telah benar-benar kering.

Screeding Sebagai Tahapan Finishing Waterproofing Kolam Renang

Screeding baru bisa dilakukan jika pelapisan waterproofing telah kering. Hal ini bertujuan agar proses screeding atau pengamprotan lebih mudah untuk dilakukan. Setelah selesai screeeding, maka tahap selanjutnya adalah pemlesteran. Dengan tahapan-tahapan waterproofing kolam renang di atas, maka kebocoran kolam dapat dihindari, sehingga kolam pun akan tetap aman, awet, dan tahan lama.

Tinggalkan Balasan

Close Menu
× Hubungi Whatsaap Kami !